Rp15 M Dihabiskan Mantu Jokowi untuk Kampanye Pilkada – Menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution yang berpasangan bersama Aulia Rachman di Pilkada Kota Medan menggunakan Rp15 miliar untuk kampanye. Jauh lebih besar berasal dari pesaing mereka, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Rp15 M Dihabiskan Mantu Jokowi untuk Kampanye Pilkada

rp15-m-dihabiskan-mantu-jokowi-untuk-kampanye-pilkada

taalo-bakernet.com – Data tersebut berdasarkan hasil audit laporan dana kampanye yang diterbitkan mgslotonline Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan. Laporan tersebut juga kewajiban tiap-tiap paslon.

Mengutip berasal dari web resmi KPU Medan, pasangan Bobby – Aulia menerima sumbangan dana kampanye sebesar Rp18.063.885.875. Pengeluarannya meraih Rp15.440.079.208.
Sedangkan Akhyar-Salman cuma meraih 342.580 suara atau 46,55 persen.

Namun kemenangan Bobby-Aulia digugat oleh tim Akhyar-Salman ke Mahkamah Konstitusi RI (MK). Mereka menduga banyak berjalan kecurangan dalam proses penentuan pasangan yang mendapat dukungan PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, PSI sampai Partai Gelora dan Perindo itu.

Dalam Pilkada Medan kali ini, tercatat sebanyak 748.882 orang yang manfaatkan hak pilihnya. Total suara sah meraih 735.907 suara, sedangkan yang tidak sah 12.915 suara.

Meski mendapat perolehan suara tinggi, akan tapi Bobby – Aulia selamanya kalah terkecuali dibandingkan bersama orang yang tidak memberikan suaranya atau golongan putih (golput).

Warga yang tidak manfaatkan hak pilihnya meraih 886.964 orang atau 54,22 prosen berasal dari 1.635.846 total pemilih.

Jokowi Akan Kirim Surpres Calon Kapolri pada Rabu Wage – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi akan menyerahkan Surat Presiden (Surpres) terkait calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) terhadap Rabu Wage–berdasarkan penanggalan Jawa–atau terhadap 13 Januari besok.

Jokowi Akan Kirim Surpres Calon Kapolri pada Rabu Wage

jokowi-akan-kirim-surpres-calon-kapolri-pada-rabu-wage

taalo-bakernet.com – Proyeksi itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid menyusul selagi pensiun dan pencarian pengganti Jenderal Idham Aziz yang kini menduduki kursi Kapolri. Menurut dia, Rabu Wage merupakan selagi yang baik di dalam perhitungan budaya Jawa.

“Rabu Wage lebih bagus hitungannya, neptunya sebelas. Hitungannya Rabu angkanya tujuh dan Wage angkanya empat dijumlah menjadi neptunya angka 11. judibolalive99 Itu ilmu Jawa, ilmu titen namanya bersumber dari tradisi alam dan manusia,
Namun, anggota Komisi III DPR RI tersebut mengaku Info calon Kapolri yang dipilih itu belum pasti sampai selagi ini. Ia menghendaki publik untuk tunggu Surpres terkait calon Kapolri pengganti Idham resmi dikirim ke DPR oleh Jokowi.

“Infonya masih berseliweran, mungkin Rabu keramat baru terang benderang informasinya. Hemat saya, mungkin Rabu keramat itu, kita tunggu saja. Semoga yang terbaik yang diusulkan dan dipilih menjadi Kapolri,” tutur Waketum PKB itu.

Hanya saja Jazilul sempat menyebut, Presiden Jokowi akan mengajukan nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri. Meski, ia menyebutkan pernyataannya itu bukan punya niat mendahului ketetapan Presiden, terlebih-lebih niat Tuhan.

“InsyaAllah satu nama, Pak Listyo Sigit Prabowo calon kuat dan pantas. … Sekali lagi, saya menyampaikan ini tanpa punya niat mendahului takdir Allah dan ketetapan Presiden,” kata dia lagi.

Untuk diketahui, Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengusulkan lima nama jenderal bintang tiga dengan kata lain berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) ke Presiden Jokowi sebagai pengganti Idham.

Nama lima polisi berpangkat komisaris jenderal yang diusulkan itu antara lain Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, dan juga Kalemdikpol Komjen Arief Sulistyanto.

SBY Prihatin Tentara-Polisi Tak Bebas dari Hawa Polarisasi – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku prihatin dengan fenomena polarisasi atau perpecahan di sedang penduduk akibat pilihan politik. Hal itu, katanya, lebih-lebih masuk ke lingkaran TNI dan Polri.

SBY Prihatin Tentara-Polisi Tak Bebas dari Hawa Polarisasi

sby-prihatin-tentara-polisi-tak-bebas-dari-hawa-polarisasi

taalo-bakernet.com – Menurut mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, polarisasi di penduduk menajam sejak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017.

Sejak selagi itu, katanya, tersedia group yang menanggap pihak lain yang berbeda pandangan politik, judibolalive99 agama, dan ideologi sebagai musuh. Perpecehan itu, menurut dia, lebih-lebih sampai menembus batas-batas ikatan persaudaraan dan keluarga.

“Terbangun polarisasi yang tajam di pada kita, baik karena faktor identitas, politik maupun ideologi. Sepertinya penduduk kita wajib dibelah dua, kita dan mereka,” kata dia, dalam keterangan resminya,

“Saya sungguh prihatin jikalau lingkaran tentara dan polisi yang seharusnya menjadi semisal dalam persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa termasuk tak bebas berasal dari udara permusuhan ini,” imbuh SBY.

Dia termasuk menilai kasus berikut wajib langsung diselesaikan oleh pemimpin maupun seluruh elemen masyarakat. Sebab, mengabaikan konflik di sedang penduduk adalah dosa besar.

“Mumpung belum benar-benar jauh divisi dan polarisasi sosial dan juga politik di negeri kita, para pemimpin dan seluruh elemen bangsa wajib paham bahwa suatu hal wajib dilaksanakan. Something must be done,” cetusnya.

Kondisi tersebut, katanya, sebabkan iklim demokrasi tak sehat; penduduk sering menentukan para pemimpinnya berdasarkan latar belakang identitas yang tak perihal dengan kompetensinya.

“Pertimbangan utama dalam menentukan pemimpin seperti faktor integritas, kapasitas dan kesiapan untuk memimpin, diakui tak ulang penting. Kalau hal begini menjadi kenyataan di Indonesia, dan berasal dari tahun ke tahun tambah ekstrem, dapat dibayangkan masa depan negeri ini,” ujarnya.

Menurut SBY, Indonesia mengalami rangkaian perpecahan yang mengakibatkan kerusakan persatuan bangsa, jika perihal peristiwa 1965-1966. Dia pun berharap tak tersedia pihak yang inginkan memelihara polarisasi berikut demi keperluan privat atau politik.

Keadaan ini sungguh menyedihkan dan sekaligus membahayakan masa depan bangsa kita,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan pada Pilpres 2019 pihaknya menemukan usaha mencari pertolongan berasal dari group purnawirawan TNI-Polri.

Dari informasi yang dihimpun, perpecahan pun sempat berlangsung di internal TNI akibat pertolongan bagi capres khusus yang merupakan mantan tentara.

PKS Singgung Prabowo Buntut Drone China di Selat Malaka – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta mengutarakan pekerjaan rumah alias tugas yang kudu dikerjakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkaitan kabar drone pengintai berbentuk tabung dan memiliki banyak sensor dan juga transmiter jarak jauh yang dikira punya China di laut Selat Malaka.

PKS Singgung Prabowo Buntut Drone China di Selat Malaka

pks-singgung-prabowo-buntut-drone-china-di-selat-malaka

Dia berkata, keberadaan drone pengintai yang dikira punya China di Selat Malaka membuktikan kemampuan pertahanan Indonesia tertinggal dari segi teknologi. Menurutnya, Prabowo kudu mempercepat pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh di dalam merespons temuan tersebut.

“Ini pekerjaan rumah menhan untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh,

Dia berkata, pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh bisa dikerjakan Prabowo dengan menjalin kerja mirip dengan sebagian negara untuk alih teknologi. mgslotonline Selain itu, lanjutnya, Prabowo juga kudu mendorong riset nasional untuk pengembangan teknologi yang mendukung proses pertahanan yang andal.

Menurutnya, Prabowo juga kudu segera memperbaiki proses keamanan teritori agar kejadian drone yang menyelundup di perairan Indonesia tidak terulang kembali di hari mendatang.

Lebih dari itu, Sukamta menyebutkan pemerintah kudu segera mengutarakan asal usul drone di Selat Malaka itu. Dia berpendapat, pemerintah kudu melayangkan protes keras dan jalankan tindakan diplomatik yang tegas andaikan drone tersebut sebenarnya punya China.

“Ini sinyal bahwa selama ini lokasi laut kami benar-benar enteng diterobos pihak asing. Sangat mungkin selama ini telah banyak drone yang berkeliaran di lokasi Indonesia dan mengambil data-data perlu geografis dan potensi laut Indonesia,” ucap Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI itu.

“Artinya keamanan nasional kami benar-benar rentan. Pemerintah kudu sungguh-sungguh mengutarakan asal usul drone tesebut,” imbuhnya.

Sukamta juga berharap TNI Angkatan Laut dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) memperkuat patroli khususnya di pintu-pintu masuk lokasi Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa ketegangan di Laut Cina Selatan yang melibatkan China, Amerika Serikat, Australia, dan sebagian negara di kawasan Asia Tenggara tentu akan berimbas ke keamanan lokasi Indonesia.

Oleh gara-gara itu, menurutnya, Indonesia kudu tingkatkan kewaspadaan dengan melalukan patroli secara ketat.

“Wilayah Indonesia yang berada di zona ketegangan bisa dimanfaatkan oleh negara lain yang tengah berkonflik. Tentu kami tidak senang lokasi kami diobok-obok pihak asing,” ucap Sukamta.

Sebelumnya, seorang nelayan Indonesia mendapatkan benda mirip rudal lengkap dengan kamera di dalamnya di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan saat malam Natal kemarin.

Ahli pertahanan dan keamanan Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis menduga benda tersebut adalah drone bawah laut yang dikirim China untuk paham oseanografi dan karakter batimetri bawah laut lokasi tersebut.

Dilansir dari ABC News, Davis menyebutkan insiden itu patut diwaspadai lantaran drone itu ditemukan pada rute maritim utama yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Samudera Hindia dekat daratan Australia.