Politikus Demokrat Bantah Fitnah Marzuki Alie soal Kudeta AHY – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik membantah telah memfitnah eks Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Marzuki Alie, terkait

Politikus Demokrat Bantah Fitnah Marzuki Alie soal Kudeta AHY 

politikus-demokrat-bantah-fitnah-marzuki-alie-soal-kudeta-ahy

taalo-bakernet – Tudingan Marzuki Alie bahwa aku memfitnah dirinya terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat salah alamat,” kata Rachland

Rachland menyebutkan nama Marzukie disebutkan secara eksplisit oleh sejumlah tokoh yang mengaku sebagai pendiri dan juga senior Demokrat dalam konperensi pers

Menurutnya, nama Marzuki saat itu diklaim sebagai salah pemimpin dari empat faksi yang idamkan menjadikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua lazim Demokrat bersama dengan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Rachland menyebut hanya meneruskan pengakuan sejumlah tokoh yang mengaku sebagai pendiri dan juga senior Demokrat. Hal berikut terhitung sejalan bersama dengan hasil penyidikan internal Demokrat.

“Saya wajib meneruskan temuan itu demi memenuhi transparansi dan untuk mencegah fitnah dan prasangka terhadap kader lain dari dugaan keterlibatan,” ujarnya.

Meski begitu, Rachland menyebutkan dapat mencatat dan menyampaikan permohonan Marzuki agar memberi sanksi ke para pihak pencatut namanya ke pimpinan Demokrat.

Sebelumnya, Marzuki mengaku dapat menempuh jalur hukum untuk merespons tudingan sebagai salah satu pelaku kudeta pucuk pimpinan Partai Demokrat yang dialamatkan kepada dirinya.

“Iya [akan tempuh jalur hukum], sambil aku pelajari pasal apa yang mereka langgar dari sisi KUHP-nya,” kata Marzuki

Marzuki lantas berharap kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menambahkan sanksi kader-kader Demokrat yang telah memfitnah dirinya tersebut.

“Kalau fitnah tersedia sanksinya. Sekarang membuktikan kepada publik apakah tersedia bukti aku jalankan itu. Kalau tak mampu membuktikan, pak SBY harusnya wajib untuk menambahkan sanksi, baik melalui Mahkamah Partai atau dewan kehormatan memeriksa,” kata dia.