SBY Prihatin Tentara-Polisi Tak Bebas dari Hawa Polarisasi – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku prihatin dengan fenomena polarisasi atau perpecahan di sedang penduduk akibat pilihan politik. Hal itu, katanya, lebih-lebih masuk ke lingkaran TNI dan Polri.

SBY Prihatin Tentara-Polisi Tak Bebas dari Hawa Polarisasi

sby-prihatin-tentara-polisi-tak-bebas-dari-hawa-polarisasi

taalo-bakernet.com – Menurut mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, polarisasi di penduduk menajam sejak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017.

Sejak selagi itu, katanya, tersedia group yang menanggap pihak lain yang berbeda pandangan politik, judibolalive99 agama, dan ideologi sebagai musuh. Perpecehan itu, menurut dia, lebih-lebih sampai menembus batas-batas ikatan persaudaraan dan keluarga.

“Terbangun polarisasi yang tajam di pada kita, baik karena faktor identitas, politik maupun ideologi. Sepertinya penduduk kita wajib dibelah dua, kita dan mereka,” kata dia, dalam keterangan resminya,

“Saya sungguh prihatin jikalau lingkaran tentara dan polisi yang seharusnya menjadi semisal dalam persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa termasuk tak bebas berasal dari udara permusuhan ini,” imbuh SBY.

Dia termasuk menilai kasus berikut wajib langsung diselesaikan oleh pemimpin maupun seluruh elemen masyarakat. Sebab, mengabaikan konflik di sedang penduduk adalah dosa besar.

“Mumpung belum benar-benar jauh divisi dan polarisasi sosial dan juga politik di negeri kita, para pemimpin dan seluruh elemen bangsa wajib paham bahwa suatu hal wajib dilaksanakan. Something must be done,” cetusnya.

Kondisi tersebut, katanya, sebabkan iklim demokrasi tak sehat; penduduk sering menentukan para pemimpinnya berdasarkan latar belakang identitas yang tak perihal dengan kompetensinya.

“Pertimbangan utama dalam menentukan pemimpin seperti faktor integritas, kapasitas dan kesiapan untuk memimpin, diakui tak ulang penting. Kalau hal begini menjadi kenyataan di Indonesia, dan berasal dari tahun ke tahun tambah ekstrem, dapat dibayangkan masa depan negeri ini,” ujarnya.

Menurut SBY, Indonesia mengalami rangkaian perpecahan yang mengakibatkan kerusakan persatuan bangsa, jika perihal peristiwa 1965-1966. Dia pun berharap tak tersedia pihak yang inginkan memelihara polarisasi berikut demi keperluan privat atau politik.

Keadaan ini sungguh menyedihkan dan sekaligus membahayakan masa depan bangsa kita,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan pada Pilpres 2019 pihaknya menemukan usaha mencari pertolongan berasal dari group purnawirawan TNI-Polri.

Dari informasi yang dihimpun, perpecahan pun sempat berlangsung di internal TNI akibat pertolongan bagi capres khusus yang merupakan mantan tentara.