Puan Minta Listyo Tak Pakai Kacamata Kuda Tegakkan Hukum – Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo utamakan pendekatan restorative justice atau keadilan restoratif didalam penegakan hukum di Indonesia seumpama kelak dilantik Presiden Joko Widodo jadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Puan Minta Listyo Tak Pakai Kacamata Kuda Tegakkan Hukum

puan-minta-listyo-tak-pakai-kacamata-kuda-tegakkan-hukum

 

taalo-bakernet.com – Ia membuktikan sistem penegakan hukum di Indonesia tidak boleh memakai kaca mata kuda.

“Penegakan hukum agar ada keadilan restoratif. Penegakan hukum tidak kenakan kaca mata kuda, tapi lihat konteks persoalan dan memperhatikan aspek-aspek sosial kemasyarakatan,” ujar Puan didalam keterangannya, Kamis (21/1).

Puan membuktikan Listyo mempunyai tiga pekerjaan tempat tinggal sehabis dilantik jadi Kapolri yaitu tentang penegakan hukum, service publik, dan reformasi internal.

Di sektor service publik, menurutnya, harus ditingkatkan Polri bersama dengan memakai pertumbuhan teknologi agar Polri lebih tanggap didalam merespons aduan masyarakat.

“Pelayanan publik harus ditingkatkan. Fungsi Polisi melayani masyarakat, di sini penting penggunaan teknologi mengingat keterbatasan personel. Intinya polisi harus responsif pada pengaduan masyarakat,” katanya.

Terkait reformasi internal, tutur Puan, peningkatan mutu sumber energi manusia (SDM) mampu difokuskan pada sikap dan juga mental bagian Polri agar selalu bekerja secara profesional.

Sebelumnya,

yang dapat memasuki era pensiun.

Hal itu terhitung mendefinisikan bahwa DPR beri tambahan persetujuan tersebut bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melantik Listyo sebagai Kapolri baru.

“Apakah laporan Komisi III DPR RI atas hasil uji kelayakan kepada calon Kapolri tersebut mampu disetujui?” kata Ketua DPR Puan Maharani selaku pimpinan Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1).

“Setuju,” jawab para wakil rakyat serentak yang lantas dilanjutkan Puan mengetuk palu sinyal pengesahan.